GADIS Pekerja Keras dan Organisatoris

Betty, begitu biasanya teman -temanya akrab memanggil. Bertempat tinggal di Baureno, sisi timur kabupaten Bojonegoro, lengkapnya adalah Baiti Nur Saida, sosok wanita muda “zaman now” yang memiliki sifat pekerja keras dan tidak mudah menyerah. Perempuan yang lahir 27 tahun silam tersebut memutuskan berkarir semenjak lulus kuliah 2012. “saya harus mandiri dan berkarya agar tidak terus merepotkan orang tua, karena sukses itu kita yang ciptakan”. Sehingga usia 21 tahun yang dimiliki perempuan tersebut saat lulus kuliah sudah berjibaku dengan aktifitas, karena memanglah Persaingan dalam dunia kerja itu semakin ketat sehingga profesionalisme wajib untuk diterapkan dalam diri sendiri.
Betty memulai karir di kantor Disnakertransos Bojonegoro sebagai tenaga kontrak juga memiliki kerja sambilan sebagai tentor (tenaga pendidik) pada Lembaga Bimbingan Belajar di Bojonegoro. Tidak hanya itu dia masih aktif pada kerja sosial yaitu mengajar anak-anak tetangga dekat rumah dengan sukarela. Kegiatan tersebut dia lakukan pada saat malam hari dan akhir pekan masih sempat mengajar pada Sekolah swasta dekat rumah yang ada di Kec. Baureno, Kontrak demi kontrak kerja pernah di kerjakan olehnya, dan sekarang aktifitasnya sehari-hari adalah sebagai pekerja sosial di Kemensos, yaitu Pendamping PKH di Kecamatan Kedungadem.
Warna – warni karir pada kehidupan lulusan Sarjana pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang tersebut membuat semakin ingin merambah dunia wirausaha dengan mengembangkan bisnis online shop yang dirintis dari awal kerja 5 tahun silam. Meskipun tidak ada darah wirausaha dari kedua orang tua, tetapi dia tetap terus mencoba untuk melanjutkan bisnis kecil ini. Bisnis ini dirintisnya dari sekedar penyuka fashion hingga ingin mengembangkan pada dunia bisnis dengan memanfaatkan “gadget” yang ada.
Tidak hanya gila kerja, cewek yang melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Sebelas Maret Surakarta ini juga aktif pada organisasi masyarakat yaitu Karang Taruna. Sebagai Ketua dengan masa bakti 2015 – 2018 yang memiliki tanggung jawab tinggi sehingga program kerja bisa terlaksana dengan baik. Meskipun dirasa ini usaha kecil semoga bisa membawa dampak baik pada kemajuan Desa terutama pada Pemuda. Kata wanita yang lahir di Yogyakarta itu memiliki prisip bahwa hidup harus bermanfaat untuk orang lain sehingga apapun yang kita miliki dan dapatkan baik itu ilmu wajib kita amalkan dan terapkan untuk diri sendiri dan orang lain.

By | 2018-02-24T15:22:32+00:00 February 24th, 2018|Headline, Kabar Perempuan|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment

%d bloggers like this: