Mbah Ten

Begitu anda mendengar warung mbah TEN, anda pasti akan juga terarah ke sosok nama Arik , begitu dia biasa dipanggil sehari -hari. Arik bukanlah perempuan biasa meski kegiatanya sama dengan wanita lain di umumnya pedesaan. Senam, mengantar anak sekolah, turut berkegiatan baik di jamaah pengajian maupun kegiatan desa. Arik Wulansari Perempuan kelahiran Bojonegoro 8 februari1991 . Dia Tinggal bersama keluarga di jalan Poros penghubung desa Sumberharjo dari deretan perempatan Gampeng ,Banjarejo menuju Balai desa. Generasi ke III dari warung kopi yang biasa di sebut mbah ten. Bersama ibunya dari pagi mereka berdagang pecel dan nasi lodeh hingga malam sekitar 20.30. Keramaian pelanggan yang menjadi indikator suksesnya sebuah pengeloaan warung tersebut, dengan pemasukan pagi hingga siang pecel,seri makanan pasti sudah ludes sehingga siang sampe malam hanya tinggalah kopi dan minuman jenis lainya, kami menjalani usaha dari 1993 sudah sebagai usaha terusan dari orang tua kami, yaitu mbah Ten.

Di jaman ini usaha menjadi sebuah konten di masyarakat , dimana perbedaan jenis kelamin seolah jadi penghalang, namun dari perjalanan usaha keluarga tersebut dimana perempuanya di warung dan kaum lelakinya bekerja dari pertanian hingga serabutan justru malah makin saling melengkapai. Usaha Ketekunan yang menjadi kunci perjuangan , apapun jenis pekerjaan yang di lakukan semua tergantung niat dan menjalaninya dengan komunikasi baik tukas Bu anang ibunya: biasa di panggil , selaku owner dari kegiatan warung mbah TEN tersebut. Wanita adalah sosok ibu bagi semua , ketika hal nalar keibuan tersebut include dalam pekerjaan nya , maka akan menjadi senjata pemasaran yang mantab.

By | 2018-02-19T01:25:05+00:00 February 19th, 2018|Headline, Kabar Perempuan|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment

%d bloggers like this: