Perempuan Simbol kemandirian

Comments: No comment

Era Kartini dan Patriarkinya sudah berlalu, kini berganti dengan Kartini kartini masa kini, Kartini dengan eranya masing masing. Mengilhami apa yang diperjuangkan oleh RA Kartini tentang Perempuan dan emansipasinya, kini menjadi motivasi tersendiri bagi Mimin Wanasari, perempuan kelahiran Bojonegoro 19 Maret 1987. Mimin adalah seorang ibu rumah tangga yang sekaligus pebisnis muda, pemilik usaha jajanan yang berasal dari Jamur yang dinamai Delimush Maknyus dan juga seorang tenaga pemberdayaan masyarakat

Mimin begitu biasanya dia dipanggil biasa menjual dagangannya di lapak kaki lima yang berlokasi di jalan Panglima Sudirman Bojonegoro. Jajanan jamur crispy ala ala cafe buatan mimin banyak digemari oleh masyarakat bojonegoro terutama anak anak, dan remaja. Menurutnya menjadi perempuan yang mandiri salah satu caranya adalah dengan membuka usaha sendiri,

“kita kita tidak harus hanya bergantung dari gaji yang datangnya satu kali, makanya harus membuka usaha sendiri, usaha delimush maknyus dimulai pada tahun 2016 lalu, ini adalah inisiatif usaha bersama dengan teman teman yang alhamdulillah terus berjalan hingga saat ini”

Menyadari tanggung jawabnya sebagai manusia sosial, tidak lupa mimin juga memiliki kepedulian sosial kepada sesama dengan mengadakan program Jumat Sedekah, dengan cara yang menyisihkan keuntungan laba jualannya untuk disumbangkan kepada kaum Duafa yang rutin dilakukannya setiap hari jumat.

Bagi Mimin meski sudah berkeluarga perempuan harus tetap mandiri justru harus lebih mandiri, Kemandirian wanita adalah sebuah kebutuhan, ada tugas dan fungsi wanita yang harus diemban dalam dua sistem yang berbeda, sebagai pengayom dalam keluarga dan juga tanggung jawab sosialnya di masyarakat. Menurut mimin Peran wanita menjadi sangat penting karena wanita adalah istri bagi suami dan ibu bagi anak anaknya, wanita adalah pondasi bagi keluarga dan bangsa, jika wanita wanitanya mandiri maka akan sejahterala keluarganya. Hal itu yang terus dipercaya oleh Mimin didalam menjalani kehidupan bahwa sudah tidak eranya lagi perempuan hanya berpangku tangan dan mengandalkan suaminya, justru perempuan dan laki laki harus bersinergi dalam mewujukdan tujuan bersama

Selain sebagai pebisnis perempuan, Mimin juga adalah seorang Tenaga Pendamping Program Pemberdayaan Masyarakat salah satu dinas di Bojonegoro, aktivitas sebagai pendamping mengharuskannya untuk terjun langsung di tengah tengah masyarakat memberikan pendampingan, program pemberdayaan bagi masyarakat, dia terbiasa untuk mendatangi lokasi lokasi pendampingan yang tidak bisa disebut dekat karena rata rata wilayah dampingan berada di desa dan kecamatan, yang mengharuskannya untuk melakukan mobilisasi dari satu desa ke desa lainnya. Memberikan fasiliatsi kepada masyarakat Dampingan, yang rata rata belum tersentuh pendidikan formal yang baik, hal ini yang menjadi tantangan tersendiri bagi mimin

Baginya baik menjadi pebisnis, menjadi tenaga pendamping atau istri ketiganya adalah sama pentingnya, Karir dan Keluarga harus berjalan seimbang, dan hal hal itu bisa dilalui dilalui dengan kemandirian.

Pada baris ini akan diakhiri benar adanya jika wanita ternyata lebih kuat dari pria, tidak melulu soal fisik namun juga tentang psikologis. Banyak ditemui di dunia sana bahwa sesungguhnya di balik pria yg tangguh pasti ada wanita yg lebih tangguh dg segala ketulusan dalam usaha dan doanya

 

Tinggalkan Balasan