Perempuan Memang Harus Berkerja

Bagi masyarakat desa Sendangrejo kecamatan Dander mungkin sudah tidak asing dengan “AIS WEDDING SERVICE” atau jika terlalu keinggrisan mungkin bisa dipanggil dengan Rias Pengantin Mbak Ais, yang dimiliki oleh perempuan bernama lengkap Istiana warga desa Sendangrejo kecamatan Dander. Ais Wedding Service adalah usaha yang bergerak dalam jasa rias pengantin, rias pre wedding, salon, dan juga penyewaan perlengkapan acara pernikahan dan acara lain seperti terop, sound system, shooting video dll yang sudah banyak dikenal masyarakat diwilayah Bojonegoro

Usaha rias pengantin ini sudah dimulai sejak tahun 1999 lalu, Ais lee sapaan khas Istiana menceritakan pengalamannya membangun usaha wedding service mulai dari nol. Diawali dari membantu ibunya yang kebetulan adalah juga seorang perias, ibarat pepatah bahwa buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya, nampaknya pepatah ini juga berlaku pada Ais. Dengan sering membantu ibunya ketertarikannya dalam dunia rias merias akhirnya tumbuh, dan bahkan menjadi hobbynya

“Merias itu jadi hobby saya, jadi mengerjakan apa yang jadi hobby itu tidak pernah merasakan yang namanya capek, ya enjoy aja” ujar perempuan yang aktif diorganisasi desa BPD dan Karang Taruna

Awalnya hanya membantu lama kelamaan dia berani untuk membuka jasa rias sendiri. Berbekal membantu merias perlahan lahan Ais mulai menguasai keahlian dalam merias . Sebagai anak muda pada waktu itu tentunya perempuan yang aktif juga sebagai anggota Fatayat Dander itu memiliki sense muda didalam merias, dia mulai untuk memadu padankan riasan konvensional dengan tren, make up, dan style yang sedang booming pada waktu itu. Dari sana ternyata banyak yang menyukai sentuhan tangan Ais dalam memoles wajah menggunakan riasan. Dengan dukungan yang kuat dari suami pada Akhirnya dia memutuskan untuk membuka jasa rias sendiri

“dalam merias itu ada tantangannya tersendiri, bagaimana menciptakan kesan cantik, dan tampan melalui riasan, bagaimana membuat orang terlihat cantik ,menarik, dihadapan orang lain. Dan bagi saya yang terpenting adalah kepuasan pelanggan yang tentunya akan jadi kepuasan saya juga”

Hingga saat ini usaha Jasa rias tersebut sudah berjalan kurang lebih 17 tahun, tentu bukan waktu yang singkat untuk sebuah usaha. Jatuh bangun pengalaman pahit dan manis sudah pernah dilahapnya, mulai dari tidak ada pelanggan, sepi, dimarahi pelanggan, sampai modal habis, semuanya pernah dirasakan

“namanya usaha pasang surut selalu ada, diawal usaha pasti pelanggan belum terlalu banyak, dibeberapa bulan ada sepinya, pernah juga dimarahi pelanggan karena telat merias dan acaranya sudah akan dimulai, dimarahi karena tidak memuaskan juga sudah pernah, namun yang harus diyakini bahwa dalam usaha apapun selalu dibutuhkan ketekunan, kesabaran dan bahkan ketabahan”

Kini Ais sudah mulai tersenyum, melihat hasil dari kerja kerasnya, usahanya telah lebih berkembang dari sebelumnya, jika diawal Ais Wedding Service hanya melayani jasa rias kini  dirinya juga melayani penyewaan peralatan pernikahan dan perlengkapan pesta seperti terop, sound system, dekorasi, shooting video dll,. Keuletan dan ketekunan pada akhirnya membuahkan hasil. Untuk meninngkatkan jejaring dan pemasaran perempuan yanng hobby olahraga tersebut  tergabung juga dalam Himpunan Perias seluruh Indonesia (HIPNI)

“Perempuan itu harus mandiri, meskipun tanggung jawab keluarga ada pada suami sebagai perempuan kita harus tetap berkarya, dan yang terpenting meskipun perempuan mempunyai penghasilan sendiri, kita harus tetap hormat kepada suami. Dan saya yakin pasti banyak perempuan bojonegoro yang juga hebat dan dilahirkan oleh keberhasilan perjuangan dan usaha usahanya”

By | 2018-01-15T08:26:42+00:00 January 15th, 2018|Headline, Kabar Perempuan|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment

%d bloggers like this: