Mengenal Aktivis Perempuan “Nafidatul Himah”

Comments: No comment

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” menu_anchor=”” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” class=”” id=”” background_color=”” background_image=”” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_mp4=”” video_webm=”” video_ogv=”” video_url=”” video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” overlay_color=”” video_preview_image=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” padding_top=”” padding_bottom=”” padding_left=”” padding_right=””][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ layout=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”no” min_height=”” hover_type=”none” link=””][fusion_text]

Mendengar kata aktivis tentu bukan hal lazim yang biasa diperdengarkan sebagai sebuah profesi yang umum berbeda dengan profesi profesi lainnya seperti Guru, Dosen, Dokter. Apalagi mendengar aktivis Perempuan, perempuan yang biasa ikut demo, berdiskusi, berkumpul dengan massa, yang biasa memegang Megaphone , nampaknya hal itu bisa kita temukan pada sosok perempuan bernama lengkap Nafidatul Himah

Himah biasa dia disapa adalah aktivis perempuan yang konsen bergerak di isu isu perempuan, saat ini dirinya aktif sebagai Staff Pokja Reformasi Kebijakan Publik (RKP) Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Nasional. Perempuan kelahiran Bojonegoro 29 Januari 1983 ini mengawali karir organisasinya sejak masih duduk di bangku kuliah dengan tegabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sebagai Komisaris GMNI FP-MIPA IKIP PGRI Bojonegoro, kemudian pada tahun 2007 dirinyapun masuk menjadi pengurus DPC GMNI Bojonegoro. Selulus kuliah Himah mulai aktif di organisasi masyarakat sipil dengan menjadi ketua divisi Pendidikan dan Penelitian Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Bojonegoro

Sebagai perempuan hal ini bukanlah sebuah pilihan yang umum tentunya, apalagi di negara kita stereotype perempuan masih sering dianggap warga kelas dua, meskipun saat ini berbagai kebijakan terus diarahkan untuk mendukung dan berpihak pada perempuan. Nampaknya hal itu tidak berlaku pada Himah, jika boleh berlebihan Himah adalah adalah simbol tokoh perempuan era demokrasi, menurutnya Laki Laki dan Perempuan memiliki statra yang sama baik hak dan kewajibannya dalam sebuah entitas, sehingga dalam segala hal perempuan berhak memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi lebih, dan hingga saat ini Himah terus konsisten berupaya untuk menyuarakan aspirasi dan juga memperjuangkan hak hak perempuan bersama Koalisi Perempuan Indonesia. Menjadi aktivis bukan sebuah pilihan, namun ini adalah panggilan untuk keberpihakan, berpihak pada keadilan dan juga kesetaraan begitu menurutnya

Berbagai pengalaman Advokasi, pendampingan, CO, dan penelitian sudah pernah dilakukannya seperti pernah terlibat dalam advokasi peraturan daerah untuk Tanggung Jawab Sosial Perusahaan kab Bojonegoro bersama Aliansi OMS untuk kesejahteraan(2013-2016), advokasi kasus KDRT yang menimpa perempuan Bojonegoro Rodiyah beberapa bulan yang lalu, menjadi Peneliti dalam isu Perempuan, kemiskinan dan perlindungan sosial, dan saat ini dia juga aktif sebagai Asisten Project Manager Program pengentasan kemiskinan yang berkerja sama dengan Australian AID. Perempuan asli Ngumpak Dalem kecamatan Dander ini juga aktif menyoroti isu isu yang ada di Bojonegoro, caranya memandang sebuah problematika disampaikannya melalui tulisan, beberapa buah pikiran kritisnya sering menghiasi media online dan cetak di Bojonegoro, seperti “Donasi Suara Perempuan Jangan disia-siakan”, “Minim Caleg Perempuan Terpilih” dan beberapa karya tulis lainnya.

“Perempuan harus memulai untuk sebuah budaya baru, perempuan harus tampil didepan dan berani berbicara, karena ada perempuan perempuan lain yang harus dibantu dengan keberanian kita”

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Tinggalkan Balasan